VinFast Genjot Pasar Indonesia, Tawarkan Baterai Gratis 2 Tahun untuk Mobil Listrik

25 March 2026

Produsen mobil listrik dari Vietnam, VinFast, semakin aktif dalam memperluas jangkauan di Indonesia dengan meluncurkan program baru yang menarik minat konsumen. Melalui inisiatif ini, perusahaan memberikan bebas biaya berlangganan baterai selama dua tahun bagi mereka yang membeli mobil listrik sampai 31 Mei 2026.

Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk mengurangi biaya awal kepemilikan mobil listrik, yang selama ini menjadi salah satu penghalang utama dalam penerimaan EV di Indonesia. Dengan memisahkan biaya baterai dari harga kendaraan, konsumen bisa mendapatkan harga beli yang lebih terjangkau serta biaya operasional yang lebih terkontrol.

Dari segi efisiensi, mobil listrik memberikan manfaat yang cukup besar jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin. Sementara mobil biasa hanya dapat mengubah sekitar 15-20% dari energi menjadi tenaga untuk bergerak, kendaraan listrik dapat mencapai efisiensi lebih dari 60%, sehingga lebih hemat dalam penggunaan energi per kilometer.

Program langganan baterai gratis ini memiliki batasan penggunaan hingga 2. 000 km per bulan dan tidak bisa digabung dengan promosi lainnya. Kombinasi dari insentif ini menjadikan biaya kepemilikan kendaraan listrik menjadi lebih bersaing, khususnya bagi masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi.

Tidak hanya fokus pada produk, VinFast juga menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif. Perusahaan ini menawarkan berbagai jenis kendaraan, memperluas jaringan distributor, membangun infrastruktur untuk pengisian daya, serta mengutamakan produksi dalam negeri untuk menurunkan biaya.

Di samping itu, VinFast juga memperkuat rencananya dengan meluncurkan program lainnya seperti pengisian daya tanpa biaya selama beberapa tahun ke depan di jaringan tertentu, untuk mengurangi pengeluaran operasional pengguna hingga mendekati nol.

Dengan adanya berbagai dorongan tersebut, mobil listrik kini semakin menarik bagi konsumen di Indonesia, tidak hanya dari perspektif lingkungan, tetapi juga dari segi efisiensi dan pengeluaran jangka panjang.