Target Ambisius Pemerintah: 15 Juta Kendaraan Listrik di Jalan pada 2030
26 November 2024
Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah menuju transisi energi bersih dengan menetapkan target ambisius dalam penggunaan kendaraan listrik (EV) untuk mendukung tujuan net zero emission. Hingga tahun 2030, pemerintah menargetkan sebanyak 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik beroperasi di jalanan
Untuk mencapai target ini, sejumlah kebijakan strategis telah digulirkan, termasuk penyediaan subsidi sebesar USD 455 juta. Dana ini dialokasikan untuk mendukung pembelian 800.000 motor listrik baru serta konversi 200.000 kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Pemerintah juga memberikan insentif berupa pengurangan PPN menjadi 1%, pembebasan bea masuk, serta program sosialisasi untuk mempercepat adopsi EV di masyarakat
Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur pendukung menjadi fokus utama. Pemerintah menargetkan pembangunan 32.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia, serta memperluas ketersediaan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Infrastruktur ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik, khususnya di wilayah Jawa dan Bali yang menjadi pionir dalam adopsi EV
Langkah ini didukung oleh pengembangan industri baterai lokal berbasis nikel yang menjadi salah satu kekuatan Indonesia. Industri ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi kendaraan listrik, mempercepat transisi energi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan harga kendaraan listrik yang masih lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Pemerintah terus mendorong sinergi antara sektor publik dan swasta untuk mengatasi hambatan ini.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari roadmap transisi energi nasional, yang tidak hanya menargetkan pengurangan emisi karbon tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri ramah lingkungan. Dengan langkah ini, Indonesia berharap dapat menjadi salah satu pemimpin dalam revolusi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.