Rp 5,2 Triliun: Chery 'All-In' Jadikan Indonesia Hub EV Asia Tenggara!
04 November 2025
Era kendaraan listrik (EV) kini bukan lagi soal “kapan harganya terjangkau”, melainkan “kapan Indonesia bisa menjadi pemain utama di kancah global?”. Dengan pasar otomotif nasional yang sangat besar dan tengah bertransformasi menuju mobilitas hijau, Indonesia tak ingin hanya menjadi konsumen, tetapi juga pusat produksi dan penggerak utama di Asia Tenggara. Tantangan itu kini mulai dijawab oleh Chery, raksasa otomotif asal Tiongkok, yang menegaskan keseriusannya melalui investasi senilai Rp 5,2 triliun hingga tahun 2030. Langkah ini bukan sekadar ekspansi penjualan, tetapi komitmen strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan pusat ekspor kendaraan listrik ke berbagai negara di kawasan dan dunia.
Investasi tersebut disambut positif oleh Kementerian Perindustrian karena mencerminkan kepercayaan kuat investor asing terhadap stabilitas dan potensi industri otomotif Indonesia. Dana besar itu akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi terintegrasi yang tidak hanya merakit kendaraan, tetapi juga mencakup lini perakitan baterai dan komponen lokal. Selain itu, Chery akan memperkuat rantai pasok dalam negeri dengan melibatkan mitra lokal guna meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sejalan dengan strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor. Sebagian investasi juga dialokasikan untuk pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia, yang akan berfokus pada inovasi produk dan penyesuaian teknologi kendaraan listrik dengan kondisi geografis serta kebutuhan konsumen Indonesia.
Langkah ini hadir pada momentum yang tepat, ketika industri otomotif nasional sedang gencar beralih ke energi bersih. Dukungan pemerintah melalui insentif fiskal, pembangunan infrastruktur pengisian daya (SPKLU), dan kemudahan perizinan menjadi ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya industri EV. Chery menargetkan produksi massal kendaraan listrik di Indonesia akan dimulai pada tahun 2026, sekaligus membuka jalur ekspor ke negara-negara tetangga.
Lebih dari sekadar memperluas pilihan kendaraan di jalan raya, kehadiran investasi ini membawa dampak ekonomi dan teknologi yang luas — mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga transfer teknologi tingkat tinggi. Jika seluruh rencana ini terealisasi, investasi Chery akan menjadi katalis penting yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara dan simbol nyata transformasi menuju ekonomi hijau yang berdaya saing global.