Proyek Raksasa Baterai EV Indonesia Memasuki Babak Baru! Huayou Resmi Gantikan LG

28 October 2025

Perusahaan asal Tiongkok, Zhejiang Huayou Cobalt Co. (Huayou), kini resmi menggantikan LG Energy Solution (LGES) sebagai pemimpin proyek besar pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Proyek bernilai sekitar US$ 9,8 miliar ini mencakup seluruh rantai pasok baterai, mulai dari pengolahan nikel hingga produksi bahan prekursor, katoda, dan sel baterai. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pergantian investor ini tidak mengubah arah kebijakan hilirisasi yang sedang dijalankan pemerintah. Mereka menjelaskan, LG memutuskan mundur karena proses negosiasi yang terlalu panjang, sementara Huayou dianggap lebih siap dari sisi teknologi dan pendanaan, dengan komitmen investasi baru yang bisa mencapai US$ 20 miliar.

Huayou sendiri bukan pemain baru di industri ini. Didirikan pada 2002 dan berbasis di Tongxiang, Zhejiang, perusahaan ini merupakan salah satu raksasa global dalam rantai pasok baterai EV, khususnya di bidang pengolahan kobalt, nikel, dan litium. Mereka dikenal sebagai pemasok utama untuk perusahaan besar seperti CATL dan Tesla. Di Indonesia, Huayou sebenarnya sudah cukup lama terlibat — bekerja sama dengan PT Vale Indonesia dan PT Huali Nickel Indonesia, serta memiliki beberapa fasilitas pengolahan nikel di kawasan industri Morowali dan Weda Bay. Selain itu, Huayou juga berinvestasi di proyek pengolahan nikel menjadi bahan prekursor baterai di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, yang turut mempercepat pembentukan rantai pasok baterai EV nasional.

Dengan pengalaman dan modal yang kuat, kehadiran Huayou semakin mempertegas dominasi investor Tiongkok di sektor hilirisasi mineral strategis Indonesia. Teknologi pengolahan nikel dan kobalt yang mereka bawa dinilai lebih efisien dan siap diaplikasikan untuk skala industri besar. Pemerintah melihat masuknya Huayou sebagai langkah penting untuk mempercepat pembangunan pabrik baterai EV terintegrasi di Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional di tengah persaingan global menuju era energi hijau.