Peluang Emas Industri Tembaga Butuh Dukungan Penuh Ekosistem Kendaraan Listrik
24 April 2026
Tiga Sektor Pendongkrak Permintaan Tembaga
Permintaan tembaga di pasar domestik diprediksi akan mengalami lonjakan yang sangat tajam dalam waktu dekat. Pendiri sekaligus Penasihat ReforMiner Institute yakni Pri Agung Rakhmanto membeberkan bahwa ada tiga sektor industri utama yang bakal menjadi mesin penggerak utama permintaan tersebut. Tiga sektor potensial itu meliputi:
- Infrastruktur kelistrikan seperti pembuatan kabel dan trafo.
- Pembangkit listrik energi terbarukan khususnya tenaga surya dan tenaga angin.
- Industri otomotif terutama untuk produksi massal kendaraan listrik.
Pentingnya Ekosistem Hilirisasi
Pri Agung menekankan bahwa ekosistem industri ini sangat membutuhkan dukungan serta fasilitas kemudahan investasi dari pemerintah. Jika sektor turunan penyerap tembaga ini bisa berkembang maksimal maka produksi katoda tembaga dari berbagai smelter di Indonesia bisa terserap sempurna di dalam negeri.
"Jika ekosistem industri itu belum berkembang maka produksi yang ada akan lebih banyak terserap untuk ekspor," tegas Pri Agung pada hari Kamis 23 April 2026.
Meski begitu langkah awal mengolah mineral mentah menjadi katoda tembaga dinilai sudah sangat tepat dan cukup kuat untuk mendongkrak neraca perdagangan global Indonesia di masa mendatang.
Kekuatan Cadangan dan Ketertinggalan Industri
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi Indonesia saat ini menduduki peringkat ketujuh dunia untuk urusan cadangan tembaga. Sayangnya dari sisi produksi tambang Indonesia masih tertahan di posisi kesebelas.
Kondisi di industri hilir nasional bahkan lebih menantang karena baru bertengger di peringkat kedelapan belas. Indonesia tercatat masih harus mengejar ketertinggalan dari negara negara seperti Jepang India Korea maupun Bulgaria yang padahal tidak memiliki sumber daya alam tembaga sendiri di tanah mereka.
Raksasa Tambang dan Peningkatan Nilai Tambah
Saat ini industri tembaga nasional sangat bergantung pada produksi beberapa perusahaan raksasa yang memiliki cadangan luar biasa besar. Beberapa pemain utama tersebut antara lain:
- PT Freeport Indonesia yang mencatat cadangan ekstraksi hingga tahun 2041 mencapai delapan miliar pon.
- PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang melaporkan cadangan mineral sekitar 460 juta ton hingga tahun 2030 berkat pembukaan area tambang baru.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk yang sukses mencatat lonjakan cadangan bijih tembaga sebesar enam puluh persen.
Kekayaan alam ini makin bernilai tinggi berkat kehadiran berbagai fasilitas pemurnian atau smelter yang tersebar di wilayah Gresik Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Penelitian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bahkan membuktikan bahwa proses peleburan di smelter mampu melipatgandakan nilai jual komoditas tembaga hingga 1,74 kali lipat dibandingkan hanya menjual bahan baku mentah.