Jenis kendaraan listrik yang bisa dibeli dengan harga di bawah 300 juta rupiah di bulan Oktober 2026 dengan jarak tempuh 400 hingga 600km
16 October 2026
Namun pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin terjangkau karena munculnya berbagai model baru yang tersedia untuk dibeli dengan harga sekitar 300 juta rupiah.Perlu dicatat bahwa mobil dari kategori harga ini tidak lagi terbatas untuk perjalanan jarak pendek di kota. Beberapa merek populer bahkan menawarkan kendaraan listrik dengan kapasitas baterai tinggi yang seharusnya memungkinkan perjalanan jarak jauh dengan sekali pengisian daya.
Berdasarkan statistik dan data terbaru Oktober 2026 jarak tempuh kendaraan listrik dari kategori harga yang telah disebutkan berkisar antara 400 hingga lebih dari 600 km. Model paling populer yang mengisi segmen pasar kendaraan listrik ini antara lain LEPAS E4 (jarak tempuh hingga 600 km), Wuling Darion EV dan Eksion EV dengan jarak tempuh 530-540 km serta Chery Omoda E5 Pure dan AION UT Premium dengan jarak tempuh 500 km.
Namun selain model-model yang telah disebutkan diatas ada beberapa model kendaraan listrik populer lainnya yang bergabung dengan pasar di Indonesia dengan jarak tempuh lebih dari 400 km. Daftar ini meliputi pilihan seperti BYD M6 Standard, MG S5 EV line, BYD Dolphin Dynamic yang bergaya hatchback modern, GWM Ora 03 dan AION UT Standard.
Meskipun demikian konsumen potensial harus berhati-hati terhadap standar pengujian yang digunakan oleh masing-masing produsen dalam menghitung jarak tempuh kendaraan listrik mereka.Setiap produsen menggunakan standar pengujian yang berbeda seperti New European Driving Cycle (NEDC) atau China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).Perbedaan dalam metode pengujian ini mengakibatkan tidak ada kemungkinan perbandingan langsung jarak tempuh kendaraan listrik dari berbagai merek sebagai hasil akhir dari penggunaan praktis.
Secara keseluruhan kehadiran signifikan kendaraan listrik dengan kisaran harga Rp300 juta merupakan tanda yang pasti bahwa implementasi kendaraan listrik di Indonesia semakin cepat. Konsumen sekarang memiliki kesempatan untuk mendapatkan manfaat dari teknologi baterai dengan kapasitas tinggi dan jarak tempuh tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Proses ini juga membuat persaingan diantara perusahaan otomotif Indonesia semakin ketat dalam menyediakan kendaraan listrik yang terjangkau.