Jenis-Jenis Baterai yang Dipakai Electric Vehicle di Indonesia

30 January 2024

Satu komponen yang membedakan sepeda motor listrik dengan motor konvensional, yaitu sistem baterai.
Fungsi baterai pada motor konvensional hanya digunakan untuk memberikan suplai ke sistem elektrikal.
Sementara di motor listrik, baterai menjadi sumber utama daya atau sebagai penggerak.

Baterai motor listrik yang umum dijumpai ada 2 jenis, yaitu Sealed Lead Acid (SLA) dan Lithium.
Lithium dibagi menjadi 2, yakni Lithium Ion (Li-Ion) dan Lithium Polymer (Li-Po).

1. Baterai jenis Sealed Lead Acid (SLA)
Dibandingkan lithium, baterai SLA jauh lebih murah dan lebih berat.
Biasanya motor-motor listrik menggunakan konfigurasi rangkaian seri untuk baterai jenis SLA.

2. Baterai Jenis Lithium
Berbeda dengan baterai SLA yang berbentuk balok kotak berat, lithium berbentuk silindrikal (tabung) dan berukuran kecil.
Satu unit baterai jenis ini biasanya digunakan untuk senter. Pada motor listrik, baterai Lithium menggunakan konfigurasi rangkaian paralel, di mana satu rangkaian bisa mengandung puluhan hingga ratusan baterai.

3. Baterai Jenis Lithium Ferro Phospate / Lifepo4 / LFP
Lithium Iron Phosphate Battery (LiFePO4), juga disebut baterai LFP (“lithium ferrophosphate”), adalah jenis baterai isi ulang, khususnya baterai lithium-ion, yang menggunakan LiFePO4 sebagai bahan katodanya

Hal lain yang membedakan baterai Lithium dengan SLA adalah penggunaan Battery Management System (BMS).
Komponen ini hanya ada pada motor dengan baterai lithium dan berfungsi mengoptimalkan sekaligus merawat baterai.