Ini Dia Brand Mobil Listrik Dengan Angka Impor Tertinggi di Indonesia

26 September 2025

Hingga akhir bulan Agustus 2025, pasar kendaraan listrik di Indonesia terkhususnya Mobil Listrik masih dikuasai oleh pabrikan impor. BYD menjadi pengimpor terbesar dengan lebih dari 20 ribu unit yang mencakup model – model populer seperti Dolphin, Seal, Atto 3, dan Sealion 7. Dengan nilai sebesar itu, menunjukkan bahwa meski permintaan EV di Indonesia sangat tinggi, ketergantungan terhadap produk impor masih cukup tinggi. Tapi, di satu sisi, industri otomotif nasional mulai menunjukkan pergerakan dengan adanya beberapa merek yang sudah memulai proses perakitan unit kendaraan listrik secara lokal. Langkah ini bisa dianggap sebagai bagian penting dalam transisi menuju kemandirian produksi. Beberapa merek yang sudah memulai perakitan lokal di Indonesia antara lain : 

  1. Hyundai – Merakit Ioniq 5 di pabrik Cikarang sejak 2022.
  2. Wuling – Menghadirkan Air EV dan Binguo EV melalui fasilitas perakitan lokal.
  3. DFSK – Merakit Gelora E di Cikande.
  4. Seres – Memproduksi E1 di fasilitas yang sama dengan DFSK.
  5. Chery – Merakit Omoda E5 di Bekasi dengan skema CKD.
  6. Citroen & Geely – Menyiapkan lini produksi lokal yang ditargetkan beroperasi pada paruh kedua 2025.

Kombinasi antara derasnya impor dan tumbuhnya produksi lokal menggambarkan dua sisi pasar EV Indonesia. Di satu sisi, BYD dan brand Tiongkok masih mendominasi volume penjualan hingga pertengahan 2025. Namun di sisi lain, perakitan lokal oleh Hyundai, Wuling, DFSK, Chery, serta rencana Citroen dan Geely memperlihatkan komitmen kuat untuk membangun basis industri EV dalam negeri. Dengan dukungan insentif pemerintah dan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang, Indonesia semakin siap memasuki era baru kendaraan listrik dengan keseimbangan antara impor dan produksi lokal.