Denza Z Siap Jadi Mobil Konvertibel Listrik Buas Andalan BYD

09 June 2026

Denza Z yang merupakan mobil konvertibel pertama di bawah naungan submerek premium BYD, kini mulai menampakkan wujudnya di China menjelang peluncuran global pada bulan Juli mendatang. Penampakan di jalanan nyata ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik atap terbuka tersebut sudah dalam bentuk yang nyaris siap produksi, dengan hanya menyisakan sedikit lapisan kamuflase pada bagian logo depannya.

Pertama kali diperkenalkan ke publik pada ajang Beijing Auto Show 2026, Denza Z rencananya akan tersedia dalam tiga pilihan versi, yakni konvertibel, atap keras atau hardtop, dan edisi khusus sirkuit. Bocoran gambar yang beredar baru baru ini memperlihatkan wujud varian hardtop dari seri Z, di mana keberadaan selotip di antara kaca depan dan atap mengisyaratkan bahwa proses penyempurnaan praproduksi masih terus berjalan.

Menariknya, mobil Z yang tertangkap kamera ini terlihat dilabur dengan warna hitam elegan. Hal ini cukup berbeda dari pengumuman sebelumnya, di mana pihak Denza dan BYD lebih sering memamerkannya dalam balutan warna biru dan hijau khas Fiorentina. Gambar bocoran tersebut juga memperlihatkan seri Z terparkir berdampingan dengan beberapa model andalan BYD lainnya, seperti mobil MPV Denza D9 dan pikap BYD Shark, yang kebetulan juga belum resmi diluncurkan di pasar China. Oleh karena itu, banyak pihak meyakini bahwa foto tersebut diambil secara diam diam oleh orang dalam di fasilitas milik BYD.

Mengingat jadwal peluncurannya di acara Goodwood pada bulan Juli makin dekat, penampakan publik dari mobil konvertibel canggih ini diprediksi akan makin sering terjadi. Pihak Denza sendiri dikabarkan akan memprioritaskan penjualan di pasar internasional terlebih dahulu, sementara konsumen di China baru akan menerima unit Z ini pada tanggal yang menyusul kemudian.

Berdampingan dengan model Z9 GT, kehadiran Denza Z ini diposisikan sebagai kendaraan kelas atas yang menjadi ujung tombak perusahaan. Mobil sport ini menjanjikan performa super buas dengan total semburan tenaga motor listrik mencapai lebih dari seribu daya kuda. Pihak Denza bahkan dengan bangga mengklaim bahwa mobil ini sanggup melesat dari posisi diam hingga kecepatan seratus kilometer per jam, hanya dalam waktu sekitar dua detik saja.

Sama seperti kendaraan unggulan BYD lainnya, seri Z ini akan dibekali dengan segudang teknologi mutakhir racikan perusahaan. Beberapa teknologi andalan tersebut meliputi platform kontrol kendaraan tiga motor, suspensi aktif magnetik Disus M yang dilengkapi sensor jalan pintar, hingga sistem bantuan mengemudi canggih DiPilot generasi kelima. Dari segi desain eksterior, Denza memilih pendekatan yang sangat berfokus pada performa sirkuit. Model baru ini mendapat serangkaian penyesuaian bodi yang sangat aerodinamis untuk meningkatkan gaya tekan ke bawah, termasuk kehadiran saluran udara fungsional di area kap mesin yang sepertinya disiapkan untuk menyaingi kebuasan Xiaomi SU7 Ultra.

Kehadiran Denza Z ini juga menjadi pelengkap di tengah pasar mobil sport listrik China yang masih berada dalam tahap awal perkembangan. Saat ini sudah ada beberapa bintang baru yang bermunculan, seperti FCB Formula X milik BYD, MG Cyberster, hingga SSC SC 01 yang didukung penuh oleh Xiaomi untuk merambah pasar Eropa. Deretan mobil super ini sebenarnya tidak dirancang untuk saling bersaing secara langsung, melainkan lebih difokuskan sebagai mainan mewah bagi para penggemar otomotif, sekaligus menjadi simbol status dan pamer teknologi bagi masing masing merek.

Bagi Denza sendiri, kehadiran kendaraan kelas atas ini memang sangat dibutuhkan untuk mendongkrak pamor mereka. Berdasarkan data pelacakan kendaraan listrik di China, penjualan domestik merek ini tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak awal tahun 2026. Angka kemerosotan dari tahun ke tahun berkisar antara tiga puluh hingga lima puluh persen setiap bulannya. Pada bulan April 2026 lalu saja, merek ini nyaris gagal mencapai target angka pengiriman sepuluh ribu unit bulanan.