BYD Mencapai Target Produksi 92.000 Kendaraan Listrik di Indonesia
07 September 2026
Saat ini BYD bertanggung jawab untuk memproduksi sekitar 92.000 kendaraan listrik di Indonesia. Kewajiban tersebut muncul setelah perusahaan ini memanfaatkan fasilitas untuk mengimpor kendaraan listrik melalui skema pemerintah dari tahun 2024 hingga 2025. Pabrik manufaktur BYD di Subang, Jawa Barat yang saat ini sudah beroperasi memainkan peran penting dalam mencapai tujuan ini. Sebelumnya kuota impor BYD adalah hingga 100.000 kendaraan dalam jangka waktu dua tahun. Namun menurut perkiraan BYD jumlah kendaraan yang benar-benar diimpor adalah 92.000. Sesuai dengan peraturan pemerintah jumlah kendaraan yang telah diimpor melalui fasilitas tersebut harus diimbangi dengan jumlah kendaraan yang diproduksi secara domestik.
BYD ingin memenuhi komitmen produksi ini dalam waktu dua tahun. Hal ini sangat optimis karena penjualan mobil listrik yang diproduksi BYD di Indonesia terus meningkat. Ada beberapa prasyarat yang harus dipertimbangkan dalam produksi kendaraan listrik secara lokal, seperti menjaga kapasitas baterai dan spesifikasi motor listrik setidaknya pada tingkat yang sama dengan kendaraan impor. Inisiatif pemerintah ini memang memberikan beberapa keuntungan bagi produsen mobil listrik. Salah satunya adalah fasilitas bebas pajak impor 0% untuk beberapa kendaraan CBU (Completely Built-Up) yang diimpor ke negara ini. Namun produsen diwajibkan untuk berinvestasi dan melakukan produksi lokal kendaraan tersebut hingga 31 Desember 2027 berdasarkan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.
Bagi pemilik mobil listrik penting untuk mengetahui beberapa keunikan dalam penggunaannya yang bertujuan untuk menjaga kondisi kendaraan dalam jangka waktu yang lama. Saat menggunakannya tidak perlu mengisi ulang baterai mobil hingga benar-benar habis untuk setiap perjalanan. Menjaga kapasitas baterai pada tingkat yang tepat, menggunakan pengisian daya cepat saat dibutuhkan, memeriksa tekanan ban serta menghindari akselerasi dan pengereman yang berlebihan dapat membuat penggunaan energi menjadi lebih efektif. Juga berguna merencanakan tempat pengisian daya sebelumnya untuk menghindari gangguan saat bepergian jarak jauh.