Bukan Sekadar Pelacak Lokasi, Teknologi Ini Bisa Pantau Kesehatan Baterai Kendaraan Listrik
05 June 2026
Pertumbuhan pesat kendaraan listrik di kawasan Asia Selatan, termasuk Indonesia, diprediksi bakal makin mendongkrak kebutuhan akan teknologi telematika. Teknologi pintar ini sangat dibutuhkan untuk memastikan pengelolaan armada perusahaan menjadi jauh lebih aman dan efisien. Momentum ini dinilai sangat pas, mengingat pemerintah Indonesia mulai menjalankan program insentif pada bulan Juni 2026 yang ditargetkan mampu menyuntikkan dua ratus ribu unit kendaraan listrik baru ke jalan raya.
Melihat peluang emas tersebut, Kepala Penjualan Divisi Telematika Teltonika wilayah Asia Selatan, Adomas Jurnas, menjelaskan bahwa transisi menuju era kendaraan bebas emisi ini menuntut perusahaan untuk merombak sistem pengelolaan armada mereka. Menurut Adomas, perusahaan kini tidak bisa lagi sekadar memantau konsumsi bensin atau kondisi mesin, melainkan wajib memperhatikan kesehatan baterai, pola pengisian daya, hingga suhu operasional kendaraan secara jeli. Ia menyayangkan masih banyak perusahaan yang hanya mengandalkan sistem pelacak lokasi dasar, padahal teknologi telematika modern sudah sanggup memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar.
Pemilik Produk Mobilitas Elektrik Teltonika, Giedrius Adomaitis, turut memaparkan bahwa kendaraan listrik memang butuh sentuhan perawatan yang berbeda. Lewat integrasi jaringan pintar, perusahaan kini bisa memantau kondisi baterai secara langsung setiap waktu untuk mendeteksi potensi kerusakan sedini mungkin. Giedrius menekankan bahwa kebiasaan mengisi daya sangat berdampak pada keawetan baterai, terutama jika kendaraan terlalu sering dibiarkan sampai sisa daya di bawah dua puluh persen, atau keseringan memakai fitur pengisian cepat yang memicu panas berlebih.
Selain memantau daya baterai, teknologi telematika ini juga memungkinkan fitur pengendalian dari jarak jauh. Sistem canggih ini bisa mengunci atau mematikan kendaraan secara otomatis kalau pengemudinya tidak terverifikasi lewat kartu identitas maupun sambungan nirkabel. Teltonika juga melirik potensi raksasa di segmen motor listrik yang kini jadi tulang punggung layanan transportasi dan pesan antar daring di Tanah Air. Untuk menjawab kebutuhan itu, mereka merancang alat pelacak berukuran mungil yang dijamin kebal air dan debu.
Sebagai pelengkap, Teltonika juga memamerkan inovasi teknologi mutakhir yang sanggup melacak posisi kendaraan meski sedang kehilangan sinyal satelit. Alat cerdas ini memanfaatkan sensor gerak khusus untuk memantau pergerakan armada, sehingga sangat berguna untuk menggagalkan kasus pencurian. Seluruh inovasi menarik ini dipamerkan langsung dalam acara pertemuan puncak telematika Asia Selatan yang sukses digelar oleh Teltonika di Jakarta pada hari Kamis, 4 Juni kemarin, dengan dihadiri lebih dari seratus lima puluh pelaku industri otomotif.