Apakah benar kendaraan BYD bisa dengan mudah Di-Hack? Temukan fakta-fakta disini.

15 October 2026

Dengan kemajuan teknologi saat ini memang benar bahwa sebagian besar fungsi mobil dikendalikan oleh perangkat lunak digital. Namun di sisi lain tidak dapat disangkal bahwa kemajuan teknologi ini telah membuka jalan bagi ancaman baru yang cukup mengkhawatirkan bagi para pemilik mobil. Topik keamanan siber otomotif muncul ketika laporan menunjukkan bahwa sistem mobil listrik BYD telah berhasil di-hack oleh para peneliti keamanan.

Pengungkapan ini muncul ketika peneliti keamanan dari Australia, Dan Hreszczuk melakukan uji coba pada model truk pick-up hibrida BYD Shark 6. Ini cukup mengkhawatirkan karena terbukti bahwa proses meretas sistem tersebut jauh lebih mudah dari yang diperkirakan dan sebenarnya hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk meretas sistem digital kendaraan tersebut.

Menurut hasil tes jelas bahwa masalah keamanan terkait dengan tidak adanya kata sandi keamanan pada beberapa titik akses ke sistem. Dengan situasi ini para peretas dapat mengontrol beberapa komponen pendukung mobil secara jarak jauh. Bahkan telah terbukti bahwa mereka dapat menyalakan dan mematikan lampu utama,menghidupkan klakson,menghidupkan sistem suara dan bahkan menggerakkan wiper mobil tanpa izin.

Namun tim penguji telah memastikan tidak ada celah terkait sistem yang penting. Sistem penting seperti sistem rem,setir dan kamera masih dianggap aman dan terlindungi dengan baik dari gangguan luar. Namun masalah ini tetap menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna karena faktor kenyamanan dan privasi di dalam kabin.

Sebagai reaksi atas temuan celah keamanan pada kendaraan ini produsen yang bersangkutan telah segera memulai investigasi atas masalah tersebut. Perusahaan tersebut mengatakan mereka sedang menyiapkan pembaruan perangkat lunak "over-the-air" untuk menutup celah akses ilegal. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan sistem digital di mobil dan mengembalikan rasa aman bagi konsumen di banyak negara.