Ambisi Besar PT Vale Indonesia Bangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Nasional

09 March 2026

PT Vale Indonesia Tbk kini mulai serius melirik rantai bisnis baterai kendaraan listrik. Langkah strategis ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri baterai yang terintegrasi di dalam negeri. Saat ini Vale memang masih fokus memproduksi nikel matte di fasilitas Sorowako. Namun lewat proyek raksasa bernama Indonesia Growth Project, mereka mulai merambah teknologi pengolahan canggih yang mampu menghasilkan bahan baku utama komponen baterai.

Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Budiawansyah menjelaskan bahwa perjalanan dari bahan baku hingga menjadi baterai utuh memang masih sangat panjang. Oleh karena itu Vale memposisikan diri sebagai industri jangkar yang menyediakan pasokan bijih nikel dari sektor hulu. Tanpa adanya pasokan bahan baku yang kuat dari hulu tentu industri hilir akan kesulitan untuk berkembang.

Untuk mewujudkan visi tersebut Vale menggandeng sejumlah mitra global untuk membangun fasilitas pengolahan canggih di tiga lokasi strategis.

Proyek Pomalaa: Bekerja sama dengan raksasa otomotif Ford dan Huayou, proyek senilai 4,5 miliar dolar Amerika Serikat ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2026. Pabrik ini dirancang untuk memproduksi 120 ribu ton bahan baku baterai per tahun dan sudah berhasil melakukan penjualan bijih nikel perdananya pada akhir Februari lalu.

Proyek Morowali: Menggandeng GEM dan EcoPro dengan nilai investasi sekitar 2 miliar dolar Amerika Serikat. Fasilitas ini dijadwalkan mulai beroperasi pada rentang tahun 2026 hingga 2027.

Proyek Sorowako: Bersama Huayou Vale menanamkan modal sekitar 2,2 miliar dolar Amerika Serikat untuk mengolah cadangan limonit menjadi bahan baku baterai yang ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Di tengah ekspansi besar besaran ini Budiawansyah menyadari adanya tantangan dari perkembangan teknologi global. Munculnya inovasi baterai solid state yang sangat efisien serta persaingan ketat dengan jenis baterai lain di pasaran membuat Vale berharap adanya dukungan kebijakan dari pemerintah. Hal ini dinilai sangat penting agar baterai berbasis nikel tetap memiliki daya saing harga yang kuat. Apalagi saat ini Indonesia juga sedang menggarap berbagai proyek ekosistem baterai raksasa lainnya bersama konsorsium global yang ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.